Hadits ke-16: Pemaaf
A. Redaksi Hadits
عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا
نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ»
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Sedekah tidak akan mengurangi harta. Allah tidak akan
menambah untuk seorang hamba karena maaf(nya) kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan
hati kecuali Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim)
B. Takhrij Hadits
1. Sunan at-Tirmidzi, Bab Ma JA’a fi at-Tawadhuh no. 2029
2. Musnad Ahmad, Musnad Abi Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu no. 7206, no. 9008, no. 9624
3. Sunan ad-Darimi, Bab fi Fadhli ash-Shadaqah no. 1718
4. Al-Mu’jam al-Ausath, Bab al-Mim man Ismuhu Muhammad no. 5092 dan no. 7239
C. Kandungan Hadits
Dalam
hadits ini terdapat dua penafsiran: Pertama secara literal, bahwa orang yang
berjiwa pemaaf dan berlapang dada akan menang dan berwibawa di hati umat
manusia dan kemulian sekaligus keagungannya semakin bertambah besar. Kedua,
balasan pahala dan kemuliaan terjadi kelak di akhirat.
Nikmatnya
memberi maaf lebih indah daripada nikmatnya meminta maaf, karena nikmatnya
memberi maaf membuahkan dampak terpuji, sedangkan meminta maaf membuahkan kabut
penyesalan. ‘umar berkata, “Sebaik-baik pemberian maaf adalah dikala mampu (membalas).”
Diriwayatkan
bahwa Luqman berkata kepada anaknya, “Telah berdusta orang yang mengatakan
bahwa keburukan akan memadamkan keburukan. Seandainya itu benar, cobalah ia menyalakan
api pada nyala api, lalu hendaklah ia melihat, apakah salah satunya dapat
memadamkan yang lainnya? Tentu saja tidak. Kebaikanlah yang dapat memadamkan
keburukan, seperti air yang memadamkan api.”

Komentar
Posting Komentar